DPC Mimika Gelar Rakercabsus Usulkan Calon Tunggal

Dari Kiri : Tga utusan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Bosco Yamlean, Surya Ibrahim, Edoardus Kaize, Paskalis Lestoin dan Paling kanan Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika Yohanis Felix Helyanan saat mengikuti Rakercabsus DPC PDIP Mimika, Rabu 27/3 di Grand Tembaga Hotel Timika. (foto : opa)

 TIMIKA- Dewan Pimpinan  Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) dengan Thema “Melalui Rakercabsus, kita hasilkan bakal calon pemimpin berjiwa nasional dan komitmen menegakkan pancasila .1 juni 1945 UUD,NKRI dan prulaisme –keberagaman bhineka tunggal ika di kabupaten Mimika.

Ajang Rakercabsus DPC Mimika yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua, Edoardus Kaize,SE adalah sebagai ajang  untuk menentukkan calon pasangan Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika dalam Pemilihan Bupati Mimika. Rakercabsus PDI Perjuangan yang  digelar , Rabu 27/3 di Grand Tembaga Hotel  , dihadiri oleh empat orang utusan Dewan Pimpinan Propinsi (DPD) PDI Perjuangan Propinsi Papua diantaranya, Sekretaris  Edoardus Kaize,SE , Wakil Ketua Bidang Kaderisasi  Bosco Yamlean, Wakil Ketua Bidang Hukuma dan HAM, Paskalis Letsoin,SH  dan Wakil Ketua Politik dan Hubungan antar Lembaga, Surya Ibrahim,SE.Selain itu dalam Rakercabsus tersebut  juga dihadiri Sembilan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan sejumlah pengurus DPC Mimika.

Acara yang diawali dengan arahan dari Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Komarudin Watubun,SE yang diwakili oleh Sekrertaris DPD Edoardus Kaize. Dalam arahannya, Edoardus Kaize  mengatakan, ia bersama tiga pengurus DPD lainnya datang  datang untuk menyaksikan pelaksanaan Rakercabsus dan tidak akan melakukan intervensi atau campur tangan tentang sikap DPC PDIP Mimika untuk menentukkan sikap untuk mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati daam pesta pilkada Bupati yang akan digelar tahun ini.

Menurutnya, ia hadir karena mendapat perntah dari Ketua untuk datang menyaksikan kegiatan ini dan sekaligus membawa hasil Rakercabsus ke pada Pengurus DPD Papua ataupun ke Pengurus Pusat di Jakarta. “Kami datang untuk menyaksikan dan akan membawa hasil Rakercabsus ini ke pengurus DPD dan DPP,” tegas Kaize.

Ditambahkan Kaize,bahwa momen Rakercabsus ini adalah sepenuhnya menjadi kewenangan DPC dan PAC yang akan mengusulkan siapa bakal calon yang akan diusulkan untuk mendapat rekomendasi dari DPP. Karena itu, penentuan calon yang akan diusung DPC PDIP Mimika adalah menjadi kewenanangn dari PAC dan DPC Mimika. Namun Kaize berharap kegiatan Rakercabsus ini harus sesuai dengan konsitusi dan amanat partai dengan mengiktu secara baik seluruh proses penyelenggaraan Rakercabsus termasuk harus mentaati semua tata tertib Rakercabsus.”Saya berharap Rakercabsus ini berjalan secara baik sesuai konsitusi dan amanat patai yang telah ada,” ungkapnya.

Dijelaskan, bahwa Rakercabsus adalah sebuah proses demokrasi untuk menentukan bakal calon siapa yang akan diusulkan DPC Mimika pada pesta Demokrasi Pemilihan Bupati Mimika periode mendatang.
Proses penentuan bakal calon yang akan dicalonkan DPC PDI Perjuangan Mimika dipimpin tiga pimpinan sidang masing-masing, satu dari pengurus DPC Mimika dan dua dari utusan DPD.

Dari 12 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ada semiblan PAC hadir dan menyampaikan pemandangan umumnnya mengeni siapa figur yan akan diajukan untuk mendapat rekomendasi. Kesembilan PAC yang hadir  dan menyampaikan pemandangannya diantaranya, PAC Mimika Barat melalui juru bicarnya Leo Maturbongs, PAC Mimika Baru oleh Herold Somba, PAC Distrik Mimika Timur Tengah disampaikan Felix Kamapu, PAC  Tembagapura oleh  Agus Patiung, PAC Mimika Barat Tengah oleh  Lukas Patipeluhu,  PAC  Mimika Timur oleh Ahmad Yani Hananu,  PAC  Kuala Kencana dibacakan Fery Masela, PAC Mimika Timur Jauh  oleh Agapitus Menewe dan yang terkahir  PAC Mimika Barat Jauh  yang disampaikan oleh Finsen Ngamelubun. Sembilan PAC yang menyampaikan pemandangan umumnnya semua sepakat mengusung satu nama yang akan diusulkan untuk mendapat rekomendasi. Namun dalam Rakercabsus tersebut sepakat satu nama yang akan diusulkan tidak akan di ekspose secara terbuka melalui media dan hanya menjadi komsumsi kalangan kader PDI Perjuangan saja.

Sambutan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua , Edoardus Kaize pada penutupan Rakercabsus mengatakan, bahwa seluruh proses yang sudah dilakukan agar kita kawal dan jalan secara bersama-sama dan mengawal bakal calon yang sudah kita usulkan. Kita harus bekerja keras agar seluruh capaian dan yang kita harapkan dapat tercapai. “Saya berharap apa yang sudah kita putuskan bersama hari ini agar benar-benar menjadi keputusan semua. Jangan di kemudian hari terjadi saling melempar masalah. Apa yang kita dapatkan hari ini adalah suara partai,” tandas Kaize.Lebih lanjut Kaize mengatakan, hasil ini harus benar-benar kita kawal sampai menuju pelaksanaan Pilbup dan ia tidak ada kata istillah kalah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika, Yohanis Felix Helyanan dalam sambutan singkatnya mengatakan, semua yang sudah dihasilkaj melalui Rakercabsus  adalah murni aspirasi  dari seluruh PAC yang ada.  Sehingga apa yg dihasilkan hari ini dapat bermanfaat bagi kemajuan PDI Perjuangan. “Kami semua berharap agar  yang sudah dihasilkan dapat mendapat respon dari DPP dan DPD,” tegas Yohanis Felix Helyanan yang akrab dipanggil Jhon Thie.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Propins Papua, Surya Ibrahim,SE kepada sejumlah wartawan usai Rakercabsus mengatakan, hasil Rakercbasus hari ini selanjutnya akan di bahwa ke DPD dan diusulkan ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi terhadap calon yang hari ini tela kita sepakati. Menurutnya, inisial calon yang kita usulkan sepakat untuk tidak dipublis secara terbuka, karena rekomendasi yang dikeluarkan nantinya masih menunggu dari DPP. “Takutnya kalau di publish lalu rekomendasi yang keluar figure lain. Sehingga inisial figure yang disepakati hari ini tak perlu di sebarluaskan,” tandasnya. Surya mengakui, kalau Rakercabsus sepakat hanya mencalonkan satu figure saja. (husyen al)




Empat utusan DPD PDI Perjuangan Papua di dampingi Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE saat Rakercabsus DPC PDIP Mimika di Grand Tembaga Hotel. (foto : opa)

Sekretrais DPD PDIP Papua , Edoardus Kaize saat menyampaikan arahan keada peserta Rakercabsus. (foto : opa)

Peserta Rakercabsus dari sejumlah Perwakilan PAC  DPC PDIP Perjuangan. (foto :opa)

Peserta Rakercabsus dari pimpinan anak ranting DPC PDI Perjuangan Mimika. (foto : opa)

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua, Edoardus Kaize saat memberikan arahan kepada peserta Rakercabsus DPC PDI P Mimika. (foto : opa)

Ketua DPC Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE saat menandatangani hasil Rakercabsus DPC PDIP Mimika. (foto : opa)

Peserta dari Pimpinan PAC-PAC dalam Rakercabsus. (foto ;opa)

Ketua DPC PDIP Perjuangan Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE. (foto : opa)

)

Suasana Rakercabsus DPC PDI Perjuangan Mimika di Grand Tembaga Hotel. (foto :opa)

Ketua PAC Mimika Barat, Leo Maturbongs saat menyampaikan pemandangan umum pada Rakercabsus DPC PDI P Mimika. (foto : opa)
Dari Kiri , Surya Ibrahim, SE (DPD), Yohanis Felix Helyanan,SE (DPC Mmika), Edoardus KAize (DPD) dan PAskalis LEtsoin (DPD) saat menghadiri Rakercabsus DPC PDIP Mimika. (foto :opa)



Para peserta Rakercabsus utusan Anak-anak ranting DPC Mimika. (foto : opa)

PDI Perjuangan Sukses Gelar Psikotest

Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE (paling kanan) tengah serius mengisi embar psikotes yang digelar di Grand Tembaga Hotel, Sabtu 2/3. (foto: opa)


TIMIKA- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) suskes menggelar psikotes dalam rangka penjaringan bakal calon legsltaif periode 2014-2019 yang berlangsung selama sehari di Grand Tembaga Hotel, Timika (2/3). Psikotes dilaksanakan di Aula Otomona Grand Tembaga  berlangsung sejak pukul 13.00 wit hingga pukul 20.00 Wit malam. Antusias para caleg PDI Perjuangan dari tiga kabupaten masing-masing, DPC Kabupaten Mimika, DPC Asmat dan DPC Puncak Jaya sangat tinggi ini terbukti dari semua materi yang diberikan tim penguji hamper seluruhnya dapat terjawab dan terselesaikan dengan tepat waktu. Jumlah caleg PDIP dari tiga kabupaten yang mengikuti psikotes berjumlah sekitar 70 orang yang diuji secara bersama-sama dalam suatu ruangan.

Adri, salah satu tim penguji dari DPP PDI Perjuangan yang diutus untuk menjadi penguji dalam sambutan sebelum melakukan sikotes mengatakan, bahwa ia datang atas perintah DPP PDI Perjuangan dalam hal ini Ibu Megawati Soekarno Putri . Bahwa dari hasil tes ini ia akan menyampaikan langsung dan melaporkan seluruh hasil psikotes kepada ibu ketua. “Hasil psikotest ini akan disampaikan langsung kepada Ibu Megawati Soekarno Putri,” ungkapnya.

Menurut Adri, bahwa psikotes bukan sesuatu yang menakutkan atau menjadi momok bagi para bkaal calon anggota Legislatif, namun psikotes ini sama halnya dengan kita memeriksakan diri kita ke klinik untuk mengetahui penyakit apa yang ada di dalam tubuh kita atau tipe penyakit yang kita alami. Dikatakan kalau psikotes itu bertujuan adaah bagian dari memotret kepribadian para caleg, harus mengenal pribadi anda  dan mengerti siapa sebenarnya anda. “Psikotes bukan sesuatu yang menakutkan atau menjadi momok.Psikotes sama saja dengan kita memeriksakan diri sendiri ke klinik untuk mengetahui penyakit atau bentuk penyakit yang kita derita,” terangnya.

Dijelaskan bahwa banyak beranggaan bahwa melalui psikotest akan menentukan lulus atau tidak. Psikotest yang diikuti setiap caleg bukan untuk menentukan bahwa hasil psikotes itu ada yang lulus dan ada yang tidak. Tujuannya adalah, apakah kita siap mental dan kepribadian kita yang nantinya kita bawa dan perlu mencari format kepribadian masing-masing calon. Adapun yang wajib bagi setiap individu yang akan mengikuti psikotest yang terpenting adalah siap mental dan kesehatan, sehingga selama menjalani psikotes bisaberjalan lancar.

Sejumlah peserta psikotest mengaku bahwa melalui pskotest banyak bahan atau hal yang baru , terutama untuk mengukur dan menentukan karakter dan kepribadian melalui pertanyaan-pertanyaan dan materi .Peserta psikotest selain materi pertanyaan dan jawaban yang ditulis di lembara jawaban, para caleg juga mengikuti test wawancara langsung tiap-tiap bakal calon oleh tim penguji.

(humas)  



Suasana psikotest yang digelar PDI Perjuangan di Grand Tembaga Hotel Timika/ foto : opa

Adri , salah satu tim penguji sedang memberikan pengarahan kepada para peserta psikotest

Ketua PAC Mimika Timur Ahmad Yani Hananu dan Sekretaris DPC PDIP Mimika Amandus Narwadan,S.Sos

Ketua PAC Mimika Barat Leo Maturbongs tengah serius mendengar pengarahan dari tim penguji

Nella Kilangin salah satu pengurus DPC PDIP Mimika dan sejumlah bakal Caleg sedang mengambil makanan saat rehat kegiatan psikotes

Caleg PDI Perjuangan Mimika Jalani Psikotest

Amandus Narwadan,S.Sos/ foto : humas
TIMIKA- Dalam rangka mempersiapkan proses pencalonan anggota Legislatif  (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2014-2019  Kabupaten Mimika dan dua kabupaten lainnya , Kabupaten Puncak dan Kabupaten Asmat akan mengikuti Psikotes yang rencananya akan digelar hari ini Jumat, (1/3). Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris Dewan Pimpinan cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Amandus Narwadan,S.Sos di Sekretariat DPC PDIP , Kamis (28/2).

Amandus mengatakan, bahwa Psykotes dilaksanakan bagi seluruh bakal  caleg dari PDIP Perjuangan seluruh Indonesia merupakan amanat atau perintah dari Dewan Pimpinan Pusat bagi seluruh calon anggota DPR RI DPRD Propinsi dan  DPRD Kabupaten/Kota. Menurutnya psikotest merupakan salah satu tahapan yang tak terpisahkan dari kesleuruhan tahapan penjaringan dan penyaringan bakal calon legislatife PDI perjuangan periode 2014-2019. “Psikotest salah satu tahapan dari seleksi dan penjaringan bakal calon anggota legislatife dari PDI Perjuangan,” ungkkapnya.

Dijelaskan, kalau pelaksanaan psikotest yang dilakukan oleh DPP Partai bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) yang akan langsung melakukan psikotest kepada seluruh bakal caleg yang saat ini sudah berada di Timika. Untuk kabupaten Mimika yang akan menjadi tempat psikotes terdiri dari para calon anggota Legislatif dari Kabupaten Mimika dan dua kabupaten lainnya yaiitu, kabupaten Mimika , kabupaten Puncak dan Kabupaten Asmat. Khusus untuk caleg kabupaten Mimika baik tingkat DPR RI , DPRP Propinsi dan DPRD Kabupaten/kota berjumlah sekitar 40 caleg dan tambahan lainnya dari dua kabupaten yang semuanya sudah berada di Timika. Untuk pelaksanaannya, kata Amandus akan dilakukan selama sehari dan dilaksanakan di Grand Tembaga Hotel.

Untuk informasi kegiatan psikotest tersebut, pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh bakal calon PDI Perjuangan kabupaten Mimika melalui pemberitahuan resmi. Amandus mengaku, bakal calon anggota Legislatif dari kabupaten Mimika selain kader dari partai juga ada dari kalangan non partai dengan jumlah mencapai 40 orang. Untuk kesiapana pelaksanaan psikotes tersebut, dua utusan dari masing-masing dua dari DPD PDI Perjuangan dan dua dari DPD PDI Perjuangan Propinsi Papua sudah berada di Timika termasuk bakal calon dari dua kabupaten lainnya yang akan menjalani psikotest secara bersama-sama. “Bakal calon dari PDI Perjuangan Mimika sebanyak 40 lebih, akan bergabung bersama-sama bakal calon lainnya dari DPC Asmat dan DPC Puncak,” katanya.

Dijelaskan Amandus, bahwa petunjuk kegiatan Psikotest  berdasarkan surat resmi dari DPD PDI Perjuangan Propinsi Papua dengan nomor 166/IN/DPD-29/II/2013 yang ditujukan kepada DPC PDI Perjuangan Mimika. Didalam surat tersebut menyampaikan pelaksanaan psikotes dilakukan tanggal 27-28 Februari 2013 , namun pelaksanaannya baru bisa dilaksanakan Jumat (1/3 ) hari ini. Lanjut kata Amandus, jadwal psikotes untuk seluruh calon anggota legislative di Propinsi dilaksanakan secara serempak dibeberapa kabupaten / kota di Papua dan terbagi dalam enam tempat digelarnya psikotes.

Di Merauk sebagai tuan rumah bersama Kabupaten Mappi dan Boven Digoel. Di Jayawijaya bergabung bersama Tolikara, Nduga, Lanny Jaya, Yalimo, Mamberamo Tengah, Yahukimo. Sementara di  Kabupaten Nabire bergabung dengan kabupaten lainnya, Paniai, Dogiyai, Deyai dan Intan Jaya. Untuk pelaksanaan di Biak selaku tuan rumah, bersama kabupaten Supiori, Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen. Dan untuk Kabupaten Kota Jayapura, bersama kabupaten lain yaitu Kabupaten Jayapura, Pegunungan Bintang, Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Mamberamo Raya.

(humas)

PDIP Cari Figur Terbaik Calon Bupati Mimika


Ketua DPD PDIP Propinsi Papua Komarudin Watubun,SH berpelukan dengan Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE/ foto : Opa

 SAPA (TIMIKA) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-Perjuangan akan mencari figure terbaik untuk diusung sebagai figur terbaik untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Mimika tahun ini. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Papua, Komaruddin Watubun, Rabu (20/2) di Jayapura.

"Pokoknya kita harus mencari figur yang terbaik apakah dari kader kita sendiri atau dari luar. Prinsipnya, Bupati Mimika ke depan harus jauh lebih baik dari bupati-bupati sebelumnya," kata Komaruddin.

Dikatakannya, Kabupaten Mimika dengan APBD lebih dari Rp1 triliun selama beberapa tahun terakhir, seharusnya jauh labih maju dan berkembang dari kabupaten/kota lain di Provinsi Papua. Namun nyatanya, demikian Komaruddin, pembangunan di Mimika tidak beda jauh dari kabupaten/kota lain di Papua.

"APBD Mimika yang lebih dari Rp1 triliun selama ini tidak tampak hasilnya. Kondisi Mimika masih seperti dulu. APBD-nya tertinggi se-Papua, tapi daerahnya tidak pernah maju-maju," tutur Komaruddin.

Menurut dia, PDI-Perjuangan hingga saat ini masih terus memantau para figur yang akan maju dalam bursa Pilkada Mimika tahun 2013. Figur yang nantinya diusung PDI-Perjuangan, katanya, adalah figur terbaik bagi rakyat.

"Kita timbang-timbang terlebih dahulu mana yang terbaik. Bagi PDI-Perjuangan, yang terbaik buat rakyat adalah yang terbaik buat PDI-Perjuangan," ujarnya dengan nada retorika.

Ia menambahkan, jika ada kader PDI-Perjuangan lebih bagus, maka partai akan mengusungnya."Harus diingat, kader PDI-Perjuangan sudah ada yang menunjukkan kemampuannya. Artinya, kalau rakyat mau maka kita serahkan kepada rakyat Mimika," kata Komaruddin.

(antaranews)

Jenasah Almarhum Apolinaris Ikikitaro Dimakamkan

Jenazah Almarhum Apolinaris Ikikitaro saat diusung menuju Gereja Ketdral Tiga Raja untuk dilakukan Misa Riquem proses pemakaman. (foto : husyen)


Jenasah Almarhum Apolonaris Ikikitaro Dimakamkan
Uskup Pimpin Ibadah Misa Requem

TIMIKA-Jenasah almarhum Apolonaris Ikikitaro yang sudah empat hari disemayamkan di Kantor DPRD Mimika, Rabu (5/12) kemarin sudah dimakamkan di rumah kediamannya, yang berada di Kampung Karang Senang (SP3) . Pelaksanaan pemakaman almarhum Apolonaris Ikikitaro dilakukan, setelah adanya kesepakatan dan penandatanganan bersama, antara Keluarga Besar Kamoro dan Keluarga Besar Biak Numfor, di Resto dan Café 66 yang terletak di Jalan Cenderawasih, Selasa (4/12) lusa kemarin. Dimana tuntutan dari korban, baik dari keluarga dan lembaga adat Lemasko dan Lemasa, disanggupi oleh Keluarga Biak Numfor yang ada di Mimika. Dimana setelah adanya kesepakatan bersama, hasilnya disampaikan kepada masyarakat Kamoro yang ada di Kantor DPRD,pada Rabu (5/12) kemarin. 

Sebelum  dilakukan pemakaman, jenasah almarhum Apolo Ikikitaro yang disemayamkan selama empat hari di Kantor DPRD Mimika, dibawa ke Gereja Katedral Tiga Raja untuk dilakukan Misa Requem (ibadah pelepasan jenasah). Dimana peti jenasah almarhum Apolonaris Ikikitaro diarak oleh masyarakat Kamoro menuju Gereja Katedral Tiga Raja. Mama yang ikut dalam arakan menangis sesenggukan, karena mereka sangat kehilangan almarhum. Pelaksanaan ibadah Misa Requem dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika MGR Jhon Philips Saklil, dan dihadiri oleh masyarakat Kamoro dan tenaga pendidik di Mimika. Uskup Keuskupan Timika MGR Jhon Philips Saklil dalam pelaksanaan ibadah menyampaikan, semua yang terjadi di muka bumi ini adalah rencana Tuhan. Dari hal tersebut banyak yang menyebabkan kematian manusia di dunia ini, mulai dari sakit, kecelakaan, dan yang lainnya. Dan hari ini kita semua melihat Almarhum Apolonaris Ekikitaro meninggal dunia karena dibunuh. “Terhadap permasalahan ini kita boleh marah, tetapi kita tidak ada yang pernah tau tentang rencana Tuhan. Karena itu, kalau terjadi permasalahan maka harus dikembalikan kepada Tuhan, karena itu semua adalah rencananya,”tuturnya. 

Semasa hidupnya almarhum Apolonaris Ikikitaro patut menjadi panutan kita semua. Dimana selama almarhum bekerja, pengabdiannya yang selama ini dilakukan sebagai seorang guru bisa dijadikan tauladan kita semua. Dari hal tersebut, maka marilah kejadian yang terjadi untuk dikembalikan kepadaNya. “Almarhum bisa dijadikan panutan bagi kita yang masih hidup di dunia ini. Karena selama ini, pengabdiannya sebagai seorang guru tidak pernah lelah dalam mendidik murid di Kabupaten Mimika. Dari hal tersebut, atas nama Gereja Katolik turut mengucapkan berkabung dan turut berduka cita sedalam-dalamnya,”tuturnya. Sementara perwakilan keluarga yang mengatakan, peristiwa yang saat ini menimpa keluarga adalah oknum yang tidak bertanggungjawab yang membuat Aplonaris Ikikitaro menjadi korban bersama istri. “Namun dari peristiwa tersebut, keluarga sudah merelakan. Dan apa yang sudah menjadi kesepakatan kedua keluarga untuk bisa dilaksanakan,”terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, almarhum Apolo Ikikitaro merupakan sosok guru yang memiliki dedikasi tinggi. Dimana almarhum merupakan salah satu guru yang memiliki disiplin tinggi dan patut menjadi teladan bagi guru-guru yang lainnya. Karena itu, pihaknya mengajak kepada semua guru dan kepala sekolah untuk tetap menjunjung tinggi tugas dan kewajiban sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil, dalam hal ini guru. Sehingga akan menunjukkan dedikasi dalam pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Mimika ini.  “Almarhum Apolonaris Ikikitaro memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan. Dan hal ini bisa dijadikan tauladan dan contoh bagi guru-guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Sehingga kedepan nanti, akan muncul Apolo-apolo yang baru di Kabupaten Mimika, yang bisa membawa dunia pendidikan ini menuju hal yang lebih baik. Dan dalam kesempatan ini pula, kami dari Dinas P dan K mengucapkan turut berduka cita terhadap meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menjalankan hidupnya,”tuturnya.
Setelah pelaksanaan ibadah Misa Requem, jenasah dibawa ke Kampung Karang Senang (SP3). Dimana almarhum Apolonaris Ikikitaro akan dimakamkan, yaitu dekat dengan rumah. Dan jenasah pun diantar oleh mayarakat Kamoro, guru-guru, kepala sekolah, anggota DPRD dengan menggunakan kendaraan roda empat dan dua. Dan untuk masyarakat Kamoro diangkut dengan menggunakan pick up dan truk menuju tempat pemakaman, dengan pengawalan dari pihak kepolisian.(humas)




Keluarga dan Kerabat serta ratusan warga Suku Kamoro tengah mengusung peti jenazah Almarhum Apolinaris Ikikitaro untuk dibawah ke Gereja Katedral Tiga Raja untuk dilakukan Misa Riquem sebelum almarhum di makamkan, Rabu 5/12. (foto: husyen)

Ratusan warga Suku Kamoro mengiringi kepergian Jenazah Almarhum Apolinaris IkikiTaro ke Gereja Katedral Tiga Raja untuk dilakukan Misa Riquem sebelum di makamkan di SP 3,  Rabu (5/12). (foto: husyen)

Ini suasana di pertigaan Lampu Merah Gereja Katedral Tiga Raja saat jenazah Apolinaris hendak dibawa ke Gereja Katedral untuk dilakukan Misa Riquem sebelum almarhum di makamkan, Rabu (5/12). (foto : husyen)

Peti jenaza Almarhum Apolinaris Ikikitaro saat memasuki halaman Gereja Katedral Tiga Raja untuk dilakukan ibadah / Misa Riquem sebelum almarhum di makamkan, Rabu (5/12). foto : (husyen)

Peti jenaza Almarhum Apolinaris Ikikitaro saat memasuki halaman Gereja Katedral Tiga Raja untuk dilakukan ibadah / Misa Riquem sebelum almarhum di makamkan, Rabu (5/12). foto : (husyen)

Peti jenaza Almarhum Apolinaris Ikikitaro saat memasuki halaman Gereja Katedral Tiga Raja untuk dilakukan ibadah / Misa Riquem sebelum almarhum di makamkan, Rabu (5/12). foto : (husyen)

Kapolres Mimika AKBP Jermias Rontini,SIK (kanan), Dansatgas Amole AKBP Yusuf Wally (Kiri) dan Kasat Intel Polres Mimika AKP Tony Upuya yang turut memantau jalannya poses Misa Riquem untuk pemakaman Almarhum Apolinaris Ikikitaro di Gereja Katedral Tiga Raja, Rabu (5/12). (foto: husyen)

Dansatgas Amole AKBP Yusuf Wally bersama sejumlah aparat keamanan tengah bersiaga di sekitar Halaman Gereja Katedral Tiga Raja. (foto : husyen)

Anggota Detasemen Brimob Polda Papua dengan senjata lengkap bersiaga di sekitar halaman Gereja Katedral Tiga Raja. (foto : husyen)

Dua orang anak kecil sedang melihat sebuah mobil dinas milik pemda Mimika yang dirusak warga saat prosesi Misa Riquem Almarhum Apolinaris Ikikitaro. (foto: husyen)

Kecewa Dengan Kematian Apolinaris Ikikitaro Dua Kelompok Nyaris Bentrok



Aparat Keamanan bersenjata lengkap bersiaga di sekitar Pertigaan Gereja Ketedral Tiga Raja untuk mengantisipasi massa yang tidak terima atas kematian Kepsek Apolinaris Ikikitaro (humas)


 
Dua Kelompok Warga Hampir Bentrok di Gorong-Gorong

TIMIKA-Senin (3/12) Pagi ratusan warga dari dua kelompok yang berbeda nyaris terlibat bentrok di Jalan Gorong-gorong. Namun beruntung aparat dari Kepolisian Resort (Polres) Mimika, memblokade jalan dnegan memisahkan dua kelompok, agar tidak terjadi serang.Aksi hampir bentroknya kedua kelompok warga tersebut, merupakan buntut dari meninggalnya salah satu warga dari Suku Kamoro yang dianiaya, pada Sabtu (1/12) beberapa hari lalu di Kampung Karang Senang (SP3).  Dimana sampai saat ini, Senin (3/12) jenasah masih disemayamkan di Kantor DPRD Mimika. Dari meninggalnya salah satu warganya, masyarakat  dari Suku Kamoro menuntut balas atas kematian kerabatnya. Dimana masyarakat mempersenjatai diri dengan parang, tombak, dan bambu runcing.

Setelah dipisahkan dengan cara memblokade jalan dari kedua belah pihak, masyarakat dari Suku Kamoro, berjalan kaki menuju Kantor DPRD Mimika melalui Jalan A Yani,Jalan Bhayangkara, Jalan Yos Sudarso, dan Kantor DPRD Mimika. Jalan kaki yang dilakukan oleh masyarakat Kamoro dari Gorong-gorong menuju Kantor DPRD Mimika dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Mimika, yang dipimpin Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini,SIK. Selain itu dalam aksi dari kedua kelompok warga tersebut, aparat kepolisian menemukan senjata rakitan laras panjang dari salah satu masyarakat di daerah Gorong-gorong, yang mengaku sebagai kerabat korban. Dan dari penemuan tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan terhadap barang bukti berupa senjata dan pelaku yang membawa senjata.

Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini,SIK saat ditemui Salam Papua,Senin (3/12) di depan Gereja Katedral mengatakan, terkait dengan dua aksi penyerangan yang dilakukan oleh masyarakat dari Suku Kamoro, yang dilakukan kemarin malam Minggu (2/12) dan Senin (3/12) pagi, pihaknya sudah melakukan pendekatan-pendekatan. Namun karena emosi massa yang belum bisa dikendalikan. Dalam arti, didalam Suku Kamoro sendiri tidak ada yang dianggap bisa mengendalikan. Dimana pada malam hari kemarin, aksi tersebut sudah diredam dan diarahkan kembali ke Kantor DPRD Mimika, namun pagi hari muncul lagi. Ini merupakan emosi-emosi yang dibangkitkan karena perasaan ingin balas dendam. Namun pihaknya menegaskan sebagai aparat kepolisian yang bertugas menegakkan hokum, bahwa pelaku sudah ditangkap. Artinya, diharapkan masyarakat mengikuti prosedur dan aturan yang ada dan berlaku.”Pelaku sudah ditahan di Mapolres 32. Dengan demikian diharapkan masyarakat memahami hal tersebut. Tetapi sempat terbesit nyawa dibalas dengan nyawa. Dan itu secara adat, namun itu sudah jaman dahulu. Namun sekarang ini sudah berbeda, karena ada hokum yang berlaku,”terangnya.

Melihat situasi dan aspirasi yang sudah didengar, diharapkan permasalahan hari ini Senin (3/12) kemarin bisa diselesaikan. Dimana kepolisian akan memfasilitasi untuk mediasi terhadap permasalahan ini. “Dengan demikian akan dilakukan pertemuan terhadap kedua belah pihak terkait masalah ini,”terangnya. Sedangkan dukungan dari Pemda, Kapolres mengatakan kemarin karena hari Sabtu dan Minggu jadi mereka libur. Namun pihaknya berharap permasalahan ini, Pemda Mimika akan datang untuk ikut berperan dalam penanganan permasalahan ini.Sementara terkait dengan senjata rakitan yang diamankan aparat kepolisian, Rontini mengatakan, saya belum melihat barangnya. Tetapi barang dan pelakunya sudah dibawa ke Mapolres 32, walaupun pihaknya belum mendapatkan laporan detailnya.”Senjata tersebut, bukan rakitan tetapi senapan angin yang dimodifikasi atau dirakit pendek. Tetapi kami belum mendapatkan laporan detailnya. Namun pelaku dan barang buktinya sudah diamankan di Mapolres 32,”terangnya.


Masyarakat Kamoro Mengamuk, Polisi Lepaskan Tembakan
Masyarakat dari Suku Kamoro, Senin (3/12) kemarin sempat mengamuk dan melempari aparat kepolisian dengan batu dan pecahan kaca. Dari keadaan tersebut, anggota Polres Mimika yang didukung Detasemen Brimob Papua, melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata. Ini untuk meredakan amukan masa dan agar tidak menimbulkan permasalahan yang baru.  Berdasarkan informasi yang dihimpun Salam Papua di lapanga, kejadian berawal setelah masyarakat mendapatkan pengarahan dari Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini, Uskup Keuskupan Timika Mgr Jhon Saklil,Pr, Anggota DPRD, tokoh masyarakat baik Kamoro maupun Amungme, dan Kepala Lemasko. Dimana arahan yang disampaikan dari Kapolres, Uskup, Tokoh masyarakat dan yang lainnya meminta masyarakat untuk bersabar dan menyerahkan semuanya kepada aturan dan hukum yang berlaku. Karena pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Apolo Iki Kitaro sudah di tahan di Mapolres 32. Selain itu dalam arahannya juga meminta jenasah yang sudah disemayamkan di Kantor DPRD Mimika selama kurang lebih tiga hari tersebut, untuk segera dimakamkan. 

Dari arahan yang sudah disampaikan oleh Kapolres, Uskup, dan beberapa tokoh masyarakat kepada masyarakat  Kamoro yang menetap di Kantor DPRD Mimika mendapatkan tanggapan yang baik. Dimana masyarakat setuju, untuk segera dibawa ke Gereja Katedral untuk diibadahkan dan segera dimakamkan. Namun, pada saat tersebut pula masyarakat Kamoro mendapatkan informasi, bahwa di Gorong-gorong sudah dipalang oleh masyarakat dari Suku Biak. Informasi yang belum tentu kebenarannya, membuat  masyarakat Kamoro menjadi emosi. Dan ujungnya, mereka keluar dari Kantor DPRD dengan membawa tongkat, bamboo runcing, dan peralatan lainnya.Anggota Dalmas Polres Mimika dengan didukung Detasemen Brimob Polda Papua, melakukan paga betis. Dengan tujuan, masyarakat tidak keluar dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Dan untungnya  emosi masyarakat bisa diredam oleh aparat kepolisian dengan beberapa tokoh. Dimana Kapolres akan memastikan informasi yang didapatkan masyarakat tersebut. Walaupun masih emosi karena mendengar informasi tersebut, masyarakat Kamoro kembali ke Kantor DPRD Mimika.
Situasi pada saat itu, sudah agak terkendali melalui pendekatan yang dilakukan oleh Kapolres dan tokoh masyarakat yang ada. Namun selang beberapa lama tiga truk dari Poumako yang membawa masyarakat dari Kampung Kekwa, Distrik Mimika Timur Tengah datang. Masyarakat yang ada di Kantor DPRD segera menyambutnya dengan tari-tarian. Namun, dari gerakan sambutan atas kedatangan masyarakat dari Kekwa, masyarakat melempari batu ke arah aparat kepolisian yang sedang menjaga di pertigaan Gereja Katedral. Dari keadaan tersebut, untuk meredam amarah masyarakat aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan ke atas beberapa kali dan tembakan gas air mata. 

Dari lemparan batu yang dilakukan oleh masyarakat dan tembakan peringatan yang dilakukan aparat kepolisian, informasi yang didapat tidak ada korban luka ataupun meninggal dunia dari kedua belah pihak. Karena emosi masyarakat mampu diredam oleh tokoh masyarakat dan aparat  kepolisian dengan melakukan pendekatan, dan meminta untuk kembali ke dalam halaman Kantor DPRD Mimika. Dan sampai berita ini diturunkan, jenasah Apollo Iki Kitaro dan masyarakat Suku Kamoro masih berada di Kantor DPRD Mimika. Selain itu,pihak kepolisian masih berjaga-jaga dengan menutup arus lalu lintas, baik dari Tiga Raja menuju Jalan Cenderawasih maupun dari Diana Supermarket menuju Jalan Cenderawasih.Sementara Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini,SIK yang ditemui wartawan setelah adanya sedikit ketegangan mengatakan, sampai saat ini untuk rencana pertemuan dengan kedua belah pihak belum dilakukan. Walaupun aspirasi dari kedua belah pihak untuk difasilitasi oleh pihak kepolisian baru saja diterima. Tetapi karena emosi dari masyarakat yang tidak terkontrol, sehingga ada sedikit ketegangan dan kejar-kejaran.

Jeremias juga menjelaskan, dalam menghadapi masyarakat dari Suku Kamoro saat ini tidak ada tokoh sentral yang bisa didengar. Bapak Uskup saja sebagai tokoh gereja oleh masyarakat tidak didengar. “Nah dari keadaan tersebut, kita berharap kepada tokoh sentral siapa untuk mereka dengar. Sementara Lemasko juga tidak bisa menangani masalah ini, apalagi pada saat hendak dilakukan koordinasi, terjadi situasi keos dan tidak ada pemimpin yang bisa meredakan amarah masyarakat. Karena tuntutan dari masyarakat adalah nyawa ganti nyawa. Hal ini sulit untuk dijabarkan oleh kepolisian. Kalau untuk masalah hokum, saat ini sudah ditahan. Kenapa mesti minta nyawa ganti nyawa,”terangnya. 

Walaupun demikian, Rontini mengatakan, pihak kepolisian sampai saat ini masih berupaya untuk mengendalikan dan memfasilitasi terhadap aspirasi dari masyarakat. Dimana pihak kepolisian sudah diminta untuk sebagai fasilitator. Dan saat itu aspirasi sudah diterima, namun belum sempat untuk duduk bersama suasana tidak terkendali terjadi. “Diharapkan permasalahan ini tidak berlarut-larut, dan segera duduk bersama antara kedua tokoh masyarakat, Pemda Mimika, dan DPRD Mimika, dengan pihak kepolisian sebagai fasilitas dari permasalahan ini. Dengan demikian akan ditemukan titik terang dalam penanganan permasalahan ini. Sehingga tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,”ungkapnya. (humas)

Keluarga Almarhum Apolinaris Ikikitaro yang tidak menerima kematiannya memblokir jalan di sekitar Kantor DPRD Mimika. (humas)


Aparat Keamanan terpaksa mengahalau massa yang hendak keluar dari halaman kantor DPRD Mimika untuk bentrok dengan keluarga pelaku yang ada disekitar Gorong-Gorong. (humas)


Kerabarat dan warga Suku Kamoro dengan perlengkapan perang berhadapan dengan warga saat menuju kesebuah pemukiman warga untuk meminta pertanggungjawaban atas tewasnya Apolinaris Ikikitaro. (humas)


Aparat Kepolisian melakukan barikade untuk menghalau massa yang melakukan anarkis di sekitar Kantor DPRD Mimika pasca meninggalnnya Apolinaris Ikikitaro. (humas)