Satgas DPC PDIP Mimika Hadiri Peringatan Lahirnya Pancasila

Satgas DPC PDIP Mimika dan anggota Satgas dari DPC kabupaten lainnya di Papua saat memberikan penghormatan/ foto : infokom
 JAKARTA- Anggota Satgas DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika menghadiri dan langsung ambil bagian dalam upacara peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni 2013 yang sekaligus sebagai apel siaga Satgas Cakra Buana di Tugu Proklamator ,Jakarta, Sabtu 1 Juni 2013. Selain Satgas DPC PDIP Mimika, juga bergabung satgas lainnya dari DPC PDIP Biak Numfor, DPC PDIP Kabupaten Merauke yang tergabung dalam satu barisan Satgasda PDIP Papua.Dua Ketua DPC PDIP yang turut mendampingi para Satgas asal Papua, yaitu Ketua DPC PDIP Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE dan Ketua DPC PDIP Merauke , Hery Rahail.

Dalam upacara peringatan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Ketua DPD PDIP Papua yang juga merupakan Kepala Satgas Cakra Buana Nasional, Komarudin Watubun,SH,MH berlangsung cukup meriah. Sekitar 10 ribu kader dan Satgas PDIP setanah air turut hadir dalam upacar tersebut.

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Juni ini, kader PDIP menyemut di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Ribuan kader partai banteng moncong putih ini berkumpul untuk mengobarkan semangat Bung Karno. Acara tersebut bertema 'Selamatkan Bangsa dengan Api Perjuangan Bung Karno'. Terlihat mantan Gubernur DKI Sutiyoso hadir di acara tersebut pada pukul 08.55 WIB. Tak lama hadir pula, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Keduanya duduk di kursi bagian depan memakai baju hitam. Khusus Jokowi ditambahkan topi baret merah.

Kemudian disusul oleh anggota DPR Dedi Gumelar atau akrab disapa Miing. Miing hadir pada pukul 09.05 WIB. Dan politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka. Ketiga politisi tersebut berpakaian serba merah.Hadir pula mantan Wapres RI Jusuf Kalla, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj.Megawati Soekarno Putri yang hadir dengan menggunaan seraga Satgas Cakra Buana yang di dampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tampil semangat dan sempat meneteskan air mata saat memberikan sambutan hari lahirnya Pancasila.

Ibu Megawat dalam pidato politiknya mengatakan, PDIP hari ini memperingati hari lahir Pancasila di Monumen Proklamasi. Dalam acara ini, partai berlambang banteng tersebut meresmikan satuan tugas Cakra Buana. Seribuan anggota satgas dari seluruh Indonesia hadir mengikuti upacara yang dihadiri sejumlah tokoh nasional tersebut. Tampak hadir Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla, Ketua PKPI Sutiyoso.

"Satgas Cakra Buana sudah saya rintis pembentukannya sejak dua tahun lalu," ujar Megawati. Satgas ini, dia menjelaskan, dibentuk untuk melindungi masyarakat dan harus siap diturunkan jika ada kondisi darurat. Selain meresmikan satgasnya, dalam acara ini, PDIP juga menandatangani kerja sama dengan Palang Merah Indonesia serta yayasan ambulans gawat darurat 118. "Para anggota satgas akan diberi keterampilan medis agar bisa ikut melayani masyarakat," kata Megawati. (infokom)


George Manuputty salah satu anggota Satgas saat menghadiri upacara peingatan hari lahirnya Pancasila di Tugu Proklamator/ foto : infokom

Satgas Cakra Buana dari Papua saat menghadiri upacara peringatan Hari lahirnya Pancasila/ foto : infokom

Agustinus Akiripea anggota Satgas dari PAC Kokonao saat menghadiri upacar peringatan lahirnya pancasila 1 Juni 2013 di Tugu Proklamator/ foto : infokom

Anggota Satgas PDIP dari Papua saat menghadiri upacara peringatan lahirnya Pancasila 1 juni di Tugu Proklamator Jakarta/ foto : infokom

Ketua Umum PDI Perjuanagn bersama sejumlah fungsionaris DPP PDIP foto bersama denga anggota Satgas PDIP Papua/ foto : infokom

Satgas asal Papua dan satgas dari pulau jawa saat foto bersama dengan Kepaa Satgas Cakra Buana Nasional, Komarudin Watubun,SH,MH di tugu proklamator Jakarta/ foto : infokom

Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE

Ketua Umum DPP PDI Perjuanagn, Hj. Megawati Soekarno Putri, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Mantan Wapres Yusuf Kalla saat menghadiri upacara peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni 2013 di Tugu Proklamator Jakarta/ foto : infokom

Ketua Umum DPP PDI Perjuanagn Hj.Megawati Soekarno Putri saat menyampaikan sambutannya pada upacar peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni 2013 di Tugu Proklamator Jakarta/ foto ; infokom

Peringatan Lahirnya Pancasila di Gelar Apel Satgas di Tugu Proklamator


Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika bersama anggota Satgas Mimika lainnya saat mengikuti apel Siaga Cakra Buana di Tugu Proklamator/ infokm
 JAKARTA-Peringati hari lahirnya pancasila yang jatuh pada hari Ini, Sabtu 1 Juni 2013, Partai PDI Perjuangan menggelar apel siaga dan sekaligus pengukuhan Satgas PDI-Perjuangan yaitu Cakra Buana. Acara yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta pusat dan dihadiri oleh para petinggi-petinggi partai dan sekitar 10 ribu kader partai tersbut.Apel tersebut juga diikuti sejumlah anggota Satgas DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika yang di pimpin langsungoleh Ketua DPC PDIP Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE.

Dalam sambutan pidatonya, Ketua Umum PDI P, Megawati Soekarno Putri menekankan betapa pentingnnya pancasila guna menjadi penuntun kebangsaan yang majemuk di Indonesia. "Kegagalan dalam mengelola kemajemukan dapat membuat kehancuran bangsa," ujar Mega di halaman Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (01/06/2013).

Dirinya juga mengaku berbahagia karena perayaan hari lahirnya pancasila saat ini sudah mulai gencar dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan pada bulan Juni ini telah ditetapkan sebagai bulan Bung Karno, sebagai penggali Pancasila. "Di Ende, flores sedang disematkan tugu peringatan Bung Karno oleh Wakil Presiden, saya berbahagia," sambungnya.

Mega berharap, Pancasila kedepannya dapat terus dijadikan pedoman dan penuntun Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga kedepannya dapat tetap solid.  "Pancasila sudah menjadi pondasi dan nilai-nilai Pancasila telah menjadi bintang penuntun kita dalam berbangsa," terang mantan Presiden RI ke 4.

Terkait dengan pembentukan Satgas Cakra Buana, dirinya menginstruksikan untuk berpegang teguh pada Pancasila dalam menjalankan tugasnya. Sehingga tujuan pembentukannya khususnya dalam persiapan masuk tahun politik dapat dilakukan dengan baik.

Dari pantauan di lokasi, acara itu, selain Megawati, Guruh Soekarno Putra dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo turut hadir. Kemudian anggota DPR F PDI-P seperti Efendi Siombolon dan Rieke Diah Pitaloka. Selain itu mantan Gubernur DKI Sutiyoso dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kala.  (infokom)


Komandan Upacara yang juga Kepala Satgas Cakra Buana Nasional PDI Perjuangan , Komarudin Watubun,SH,MH saat memimpin upacara dalam apel Satgas yang sekaligus dirangkai dengan peringatan lahirnya Pancasila/ foto : infokom

10 Ribu satgas Cakra Buana PDI Perjuangan saat mengikuti apel Satgas di Tugu Proklamator/ foto : infokom

Suasana Upacara peringatan lahirnya Pancasila di Tugu Proklamator Jakarta. foto : infokom

Dari kanan : Guru Soekarno Putra, Megawati Soekarno Putri, Joko Widodo (Jokowi), dan Fungsionaris DPP PDIP Fredy Simbolon/ foto : infokom

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj.Megawati Soekarno Putri saat menyerahkan Pataka Cakra Buana kepada Kepala Satgas Nasional Cakra Buana, Komarudin Watubun,SH,MH. / foto : infokom

Ketua Umum PDI Perjuangan , Hj.Megawar Soekarnoputri saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Lahirnya Pancasila dan Apel Satgas Cakra Buana di Tugu Proklamator. / foto : infokom

Foto bersama seluruh anggota Satgas Cakra Buana bersama Kepala Satgas Cakra Buana Nasional, Komarudin Watubu,SH,MH di Tugu Proklamator/ foto : infokom

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE saat bergabung dengan 10  ribu Satgas Cakra Buana nasional di halaman Tugu Proklamator/ foto : infokom

Satgas Cakra Buana asal PDIP Papua ambil bagian dalam upacara peringatan lahirnya Pancsaila dan apel siaga Satgas Cakra Buana Nasional di Tugu Proklamator Jakarta./ foto:infokom

Satgas DPC PDIP Mimika Ikut Apel Akbar Nasional

Ketua DPC PDIP Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE (Jhon Thie) bersama Sekretaris Amandus Narwadan,S.Sos menyempatkan diri berbincang-bincang dengan Rombongan Satgas DPC PDIP Mimika saat transit di Bandara Ngurah Rai. Rombongan Satgas DPC PDIP Mimika akan mengikuti apel akbar nasional PDIP tanggal 1 Juni 2013 mendatang. (infokom)
 
JAKARTA- Sebanyak sembilan anggota Satuan Tugas (Satgas) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten (DPC) Kabupaten Mimika pada  Rabu (29/5) dilepas dan diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti Apel Siaga Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P). Sembilan anggota Satgas  DPC PDIP Mimika tersebut selanjutnya akan bergabung dengan semua Satgas PDI Perjuangan se tanah air di Jakarta dalam rangka apel akbar sekaligus bersamaan dengan  Apel Satgas Cakra Buana DPP PDIP.

Rombongan Satgas DPC PDI Perjuangan  dilepas dalam sebuah acara sederhana yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC PDI Perjuangan) Kabupaten Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE , di Sekretariat DPC Mimika Jalan Restu. Selain anggota Satgas dan sejumlah Pengurus DPC PDIP Mimika juga turut hadir sejumlah Ket ua-Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC). Walaupun berlangsung sederhana  namun acara tersebut penuh dengan keakraban antara Satgas dan para kader PDI Perjuangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE dalam arahan singkatnya kepada rombongan Satgas mengatakan, bahwa seluruh anggota Satgas DPC PDIP Mimika harus selalu menjaga nama baik DPC Mimika dalam kegiatan apel akbar yang kemungkinan akan dihadiri  sekitar 2.000 anggota Satgas PDIP Mimika. Menurut Ketua DPC PDIP Mimika yang biasa disapa Jhon Thie, semua anggota Satgas harus mampu memberikan yang terbaik bagi PDI Perjuangan. Diantaranya dengan tidak berbuat sesuatu yang bisa mencoreng nama DPC PDIP Mimika. “Kalian harus mampu menjaga nama baik DPC Mimika. Harus mampu memberikan yang terbaik bagi PDI Perjuangan,”pinta Jhon.

Rombongan Satgas DPC PDIP Mimika yang turut didampingi langsung oleh Ketua DPC PDIP Mimika, turut bersama rombongan Sekretaris DPC Mimika Amandus Narwadan,S.Sos, Wakil Ketua Bidang Infokom , Husyen al,  bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan maskapai Penerbangan Garuda. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam lebih, rombongan Satgas DPC PDIP Mimika  tiba di Ibukota Jakarta. Selepas dari Bandara Soekarno Hatta , rombongan langsung menuju kantor Satgas Cara Buana DPP  PDI Perjuangan yang berada di daerah tanah abang Jakarta Pusat.

Informasi yang berhasil di himpun dari Sekrtariat Satgas Cakra Buana , bahwa dipastikan siang ini ribuan Satgas dari seluruh daerah di Indonesia akan tiba di Jakarta. Sementara rombongan Satgas PDIP dari kota yang menjadi basis PDIP seperti , Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Maluku serta Papua lainnya rencana siang ini juga akan tiba di Jakarta.

Mengenai kesiapan apel akbar  tersebut, Kepala Satgas Cakra Buana DPP PDIP , Komarudin Watubun,SH,MH  mengecek langsung kesiapan panitia. Komarudin terlihat hadir di Sekretariat Satgas Cakra Buana dengan melakukan koordinasi dan berdiskusi dengan para petinggi partai berkepala banteng tersebut. (DPC PDIP Mimika-Infokom)




Ketua DPC PDIP Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE di dampingi Sekretaris Amandus Narwada,S.Sos bersama rombongan Satgas saat berada di Sekretariat Satgas Cakra Buana PDIP di Tanah Abang Jakarta. (infokom)

Ketua DPD PDIP Papua , Komarudin Watubun,SH,MH bersama sejumlah fungsionaris DPP PDIP dan Ketua DPC PDIP Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE saat berbincang-bincang di Sekretariat Satgas Cakra Buana di kompleks tanah abang jakarta. (infokom)

Seumlah anggota Satgas DPC PDIP Mimika tengah mencoba seragam Satgas yang akan diakai dalam apel Siaga Nasional PDI Perjuangan. (infokom)

Rombongan Satgas DPC DIP Mimika ketika tiba di penginapan di Jakarta untuk istirahatn sejenak.(infokom)

Tiga anggota Satgas saat berada di Sekretariat Satgas Cakra Buana di Kompleks Tanah Abang Jakarta. (infokom)

Baliho Apel Akbar PDI Perjuanagn yang di pajang di depan Sekretariat Satgas Cakra Buana PDI Perjuangan. (infokom)

Sekretaris DPC PDIP Mimika, Amandus Narwadan,S.Sos (paling kiri) dengan para anggota Satgas DPC PDIP Mimika foto bersama di ruang keberangkatan Bandara Mozes Kilangin Timika sebelum bertolak ke Jakarta. (infokom)

Rifka Tjiptaning : Sampaikan Bela Sungkawa Insiden Big Gossan

Ketua Komisi IX DPR RI Rifka Tjiptaning/foto : dok DPC PDIP

 
(TIMIKA) – Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui Ketua Komisi IX yang membidangi ketenagakerjaan, Rifka Tjiptaning menyampaikan ucapan belasungkawa kepada 38 pekerja tambang PT Freeport Indonesia yang mengalami musibah runtuhnya lokasi Training QMS Underground Big Gossan di area Pt Freeport Indonesia, pada Selasa 14 Mei 2013 lalu.

Melalui sambungan teleponnya dari Jakarta , Ketua Komisi IX DPR RI Rifka Tjiptaning, Sabtu (26/5) kepada sejumlah wartawan, menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalnya 28 karyawan dan 10 lainnya yang saat ini masih dirawat di RS Tembagapura. “Saya atas nama Komisi IX DPR RI menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang menimpa 38 pekerja baik yang meninggal maupun yang masih selamat,”ungkapnya.

Ditambahkan Rifka, musibah yang menimpa para pekerja tambang di area PT Freeport kali ini adalah catatan sejarah terburuk yang pernah dialami oleh perusahaan tambang tersbesar di dunia ini. Kepada keluarga yang ditinggalkan, Rifa berharap agar tabah dan bagi yang selamat yang saat ini masih mendapat perawatn semoga bisa cepat sembuh,” jelasnya. 

Ditambahkan Rifka, agar peristiwa yang sudah terjadi dapat menjadi perhatian dan pengalaman berharga bagi managemen PT FI , agar kedepan msuibah seperti itu tidak terulang kembali. Dengan kejadian yang menewaskan 28 pekerja pihaknya menghimbau agar ppihak PT FI dalam hal ini managemen untuk dapat memberikan santunan yang layak bagi korban.Ia sangat berharap agar korban mendapat apresiasi atau penghargaan santunan yang layak bagi keluarga dan anak-anaknya. “Pihak Freeport harus memberikan santunan yang layak bagi keluarga korban,”pinta Rifka.

Rifak tidak mengharapkan , kala PT Fi hanya  memberikan santunan apa adanya. Karena Freeport itu perusahaan raksasa sehingga harus memberikan santunan yang layak demi kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan. “Freeport itu perusahaan raksasa dan kelas dunia. Sehingga santunan kepada keluarga korban harus yang layak dan pantas demi kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

Masih menurut Rifka, kejadian yang sudah terjadi harus menjadi peringatan bagi managemen dan para pekerja soal keselamatan kerja adalah yang paling utama. Kelalian managemen maupun karyawan sehingga terjadi musibah yang menelan korban begitu banyak. Ia mendesak agar PT FI lebih memprioritaskan keselamatan kerja dari pada segala-galanya.(DPC PDIP Mimika)

Ratusan Pekerja PT Freeport Indonesia memblokade Mile 72

Selvianus Edoway , salah satu korban yang meninggal pada peristiwa Longsornya Big Gossan

Kendaraan AMbulance dari Tim Rescue melakukan evakuasi pekerja yang tertimbun

Tragedi Big Gossan Freeport 28 Karyawan Meninggal

Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia, Sejak 14 Mei 2013 dengan mendirikan tenda dan menggunakan alat-alat berat memblokade jalan menuju arae tambang bawah tanah di Mile 72 Rid Camp. (foto : infokom)


PT. Freeport Indonesia menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang penuh duka cita yang akan ditandai dengan upacara peringatan yang akan dilaksanakan di kantor PT Freeport Indonesia di Jakarta dan Papua setelah Emergency Response Team berhasil mengevakuasi dan mengidentifikasi seluruh pekerja terakhir yang terkubur dalam reruntuhan pada pagi hari tadi. 

“Kami terus dalam keadaan berkabung bersama dengan keluarga bahkan saat kami telah selesai menutup satu bagian yang menyedihkan terkait dengan insiden Big Gossan ini,” kata Presiden Direktur PT FI Rozik B Soetjipto. “Masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberikan penanganan yang terbaik serta dukungan bagi yang cedera dan keluarga yang berduka.”

Terhadap 38 pekerja yang berada dalam ruang kelas di fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan saat runtuhnya sebagian terowongan pada pukul 07.30 wit tanggal 14 Mei 2013. Emergency Response Team telah berhasil untuk menyelamatkan 10 orang pekerja namun sangat disayangkan mereka tidak dapat menyelamatkan 28 orang pekerja yang tertimbun di reruntuhan di dalam ruang kelas. 

Sejak terjadinya inisiden tersebut, emergency responses team PT FI telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang masih tertimbun. Usaha penyelamatan mereka menjadi lebih sulit karena terbatasanyha ruang dalam terowongan dan resiko runtuhan atap lebih lanjut di lokasi.

Berikut daftar nama korban jiwa yang meninggal : 1.Aan Nugraha, 2. Amir Tika, 3.Aris Tikupasang, 4. Artinus Magal, 5.Daniel Teddy Eramuri, 6. David Gobai, 7. Febry Tandungan, 8. Ferry Edison Pangaribuan, 9. Frelthon Wantalangi, 10. Gito Sikku, 11. Hengky Ronald Hendambo, 12. Herman Susanto, 14. Jhoni Michael Ugadje, 15. Joni Tulak, 16. Lestari Siahaan, 17. Lewi Mofu, 18. Ma’mur, 19. Mateus Agus Marandof, 20. Muntadhim Ahmad, 21. Petrus Frengo Marangkerena, 22. Petrus Padak Duli, 23. Retno Bone, 24. Rooy Rogers Kailuhu, 25. Selpianus Edoway, 26. Suleman, 27. Victoria Sanger, 28. Wandi, 29. Yapinus Tabuni, 30. (infokom)


Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso bersama Bos PT Mc Moran Freeport Gorup R.Adkerson saat meninjau lokasi lognsor/ foto (PT FI)

Ribuan pekerja memblokade jalan di mile 72 menuju area tambang bawah tanah sebagai  bentuk solidaritas atas meusibah longgsor di big gossan/ foto : dok infoko

Kendaraan Emergency Team Response terus melakukan evakuasi korban longsor Big Gossan di area Pt Freeport Indonesia/ foto : dok infokom)

Selvianus Edoway salah satu korban longsor Big Gossan saat di semayamkan di Sport Hall Tembagapura/ foto : infoko

38 Karyawan Freeport Tertimbun di Big Gossan

Ini adalah lokasi di depan pintu Training QMS Underground Big Gossan saat sebelum longsor. Lokasi inilah pada selass 14 Mei tertimbun oleh material dan menimbun 38 karyawan Freeport/ foto /dok DPC_PDIP
 
(TIMIKA) – Karyawan Undergorund dan privatisasi kontraktor PT Freeport Indonesia, melakukan blockade jalan di Riege Camp, Mile 72, Rabu (15/5). Blockade ini, akibat terjadinya longsor di ruang kelas 11 Quality Management Service (QMS) big gosan, Underground (UG),Selasa (14/5) kemarin. Yang sampai saat ini, masih ada korban yang belum ditemukan.

Berdasartkan pantauan di lapangan menerangkan, aksi blockade jalan yang dilakukan oleh karyawan, dimulai pada pukul 05.15 Wit, Rabu (15/5). Dimana blockade jalan tersebut, dengan menggunakan kayu dan alat berat berupa dua unit dump truk. Dan memasang tenda yang terbuat dari terpal, sebagai tempat berlindungnya karyawan yang melakukan blockade jalan.

Dalam aksi blockade jalan, para karyawan hanya memperbolehkan kendaraan yang bekerja untuk melakukan evakuasi. Serta kendaraan milik PT Pangansari Utama, yang mengantarkan bahan makanan kepada pekerja evakuasi. Sementara untuk karyawan yang hendak bekerja ataupun manajemen, yang hanya melihat tempat kejadian longsor, dilarang oleh karyawan. Dan dipersilahkan untuk balik kanan. Dan semuanya dilakukan, secara spontanitas oleh karyawan, sampai karyawan yang tertimbun tersebut berhasil di evakuasi.

Kordinator lapangan Ronald Waromi yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, aksi ini dilakukan secara spontanitas oleh karyawan, yang dimulai sejak pagi sekitar pukul 05.00 Wit. Dimana aksi blockade ini dilakukan, sebagai bentuk duka atas rekan-rekan yang tertimbun dalam kejadian longsor. Selain itu, aksi ini dilakukan untuk menghentikan segala aktifitas pekerjaan di area underground.
“Selama rekan-rekan kami yang ada di dalam belum dievakuasi keluar. Kami akan tetap disini, sampai rekan kami dievakuasi dengan baik. Yang selanjutnya, akan ada langkah kedepan yang akan dilakukan,”jelasnya. 

Aksi blockade ini, diperuntukkan bagi kendaraan yang mengangkut karyawan untuk bekerja. Ataupun bagi pekerja atau manajemen yang hanya melihat lokasi kejadian, tetapi mereka tidak melakukan tindakan apapun. “Aksi blockade ini, kami hanya memberikan kesempatan kepada kendaraan yang membawa karyawan untuk melakukan evakuasi. Sementara yang hanya melihat atau berdiri saja, maka tidak diperbolehkan untuk masuk,”katanya.

Lanjutnya, harapan dari semua kejadian ini, semoga rekan-rekan yang masih terjebak di dalam cepat dievakuasi dengan baik. Sehingga, semuanya bisa berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya. Selain itu pula, pihaknya mengharapkan kepada perusahaan untuk lebih memperhatikan karyawan, baik keselamatan ataupun yang lainnya.

“Dari kejadian ini, kami mengharapkan rekan-rekan yang masih terjebak untuk cepat bisa dievakuasi dengan baik. Selain itu, mengharapkan perusahaan untuk lebih memperhatikan karyawan dengan baik, terutama tentang keselamatan kerja,”ungkapnya.(infokom)



Sebuiah mobil Ambulance saat melewati blokadae karyawna di Mile 72. Karyawamn secara spontan memblokade jalan karena kerpihatinan terhadap rekan kerja mereka yang mengalami meusibahj/ foto : dok/dpc pdip

 
Karyawan Freeport sedang melakukan pekerjaan di tambang bawah tanah/ foto : dok DPC PDIP

Dua korban longsor di Big Gossan yang kritis dan masih dirawat di RSU Tembagapura/ foto : dok DPC PDIP