Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua tatap muka dengan DPC Mimika



 
Tatap Muka Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Edoardus Kaize
Dengan DPC PDIP Mimika Sebagai Upaya Konsolidasi Partai

Tatap muka Sekretaris DPD Propinsi Papua Edoardus Kaize ,dengan pengurus DPC PDIP Kabupaten Mimika berlangsung di Aula Pertemuan Grand Tembaga Hotel , Minggu 6/5. Tatap muka yang secara mendadak tersebut dihadiri Pengurus DPC PDIP Mimika tampak hadir Yohanis Felix Helyanan,SE di damping Sekretaris Amandus Narwadan,S.Sos, Bendahara Lusy B Lokollo, Wakil Ketua Bidang politik Franky Nyong Lokollo, Wakil Ketua Bidang Organisasi Hendro Nuryanto dan Wakil Ketua Bidang Humas Husyen Abdillah.

Dipandu oleh Sekretaris DPC PDIP Mimika Amandus Narwadan,S.Sos tatap muka berlangsung penuh keakraban dan santai, walaupun sejumlah masukan dan saran dari Sekretaris DPD PDIP Papua tentang peta kekuatan politik dan kegiatan konsolidasi PDI Perjuangan propinsi Papua sudah berjalan secara perlahan-lahan di semua DPC-DPC.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Propinsi Papua Edoardus Kaize dalam pengantarnya , mengaku bangga dan sangat senang bisa bertemu dengan pengurus DPC PDI perjuangan kabupaten Mimika walaupun pertemuan ini hanya bersifat tatap muka saja. Menurutnya dengan pertemuan seperti ini tentu mempunyai makna dan arti yang cukup bagus, walaupun pertemuan ini tidak bersifat normal namun menjadi ajang konsolidasi internal partai PDI Perjuangan khususnya di propinsi Papua.

Dikatakan Kaize, menyangkut konsolidasi tersebut sangat penting, diantaranya  adalah tentang rencana pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), adanya pengusulan pergantian sejumlah penguru DPC yang selama ini dinilai tidak aktif, perubahan struktur serta soal proses seleksi Calon Anggota legislative (Caleg). Ia mengharapkan agar seluruhpengurus DPC dan kader-kader PDI Perjuangan di Mimika untuk sudah terus melakukan konsolidasi sampai ketingkat paling rendh, hal ini penting agar masa waktu yang tersisa dapat kita capai dengan hasil yang maksimal.

Menyangkut rencana perampingan Pengurus DPC-DPC yang ada, ia sangat mendukung dan bahkan mendorong agar kader-kader yang bagus dan sudah teruji selama ini di dalam partai ebih di optimalkan, sebab lebih baik kecil jumlah pengurus tapi bisa bekerja secara maksimal, daripada besar pengurus tapi tidak maksimal.

“Lebih baik kecil pengurus hasil yang maksimal, daripada besar pengurus tapi tidak maksimal,” ungkapnya.

Selain itu Kaize berharap agar komposisi kepengurusan di tingkat DPC kalau memang ada mau perubahan secepatnya di usulkan termasuk struktur anak ranting dengan semua SK nya segera dibuatkan sehingga dapat di terbitkan SK nya dari DPD Propinsi. Untuk masalah pencalonan agar semua kader dapat menerima dan tidak saling rebut untuk memperebutkan jatah kursi, harus punya komitmen dan kebersamaan , sehingga kita bisa meloloskan kader ita sebagai anggota Legislatif.

Bendahara Lusy Blandina Lokollo juga menyampaikan saran dan meminta  pertimbangan dari  Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua tentang hasil pleno atau yang disampaikan oleh Ketua Umum yang menekankan agar keterwakilan perempuan di parlemen nanti lebih banyak. Lusy meminta agar adanya penegasan secara tertulis atau lisan menyangkut kuota perempuan terhadap jatah PDI Perjuangan dari unsure perempuan di parlemen dapat tercapai yaitu 30 persen.

Sementara Wakil ketua Bid Organisasi Hendro Nuryanto mengaku sangat mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika dalam hal ini Bapak Yohanis Felix helyanan,SE yang selalu memberikan perhatian dan sumbangsihnya buat partai ini yang sangat uar biasa. Menurutnya semua kebutuhan partai dapat secara baik di jalankan oleh ketua DPC PDI Perjuangan Mimika.

Sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua , Edoardus Kaize yang mau datang dan hadir serta memberikan penerahan , sehingga kita semua kader-kader yang ada di Mimika dapat memiliki wawasan dan menambah pengetahuan soal kemajuan dan sepak terjang partai.

Menurutnya Felix Helyanan yang akrab di sapa Jhon Thie ini, bahwa kedepan kami akan mencoba kembali merangkul kader-kader partai yang lama untuk bisa kembali bergabung dengan kami, dan kita tak bisa pungkiri bahwa rekan-rekan kader yang lama tentunya  masih mempunyai simpatisan-simpatisan yang cukup banya. Oleh sebab itu saya rasa kalau itu niat dari mereka untuk membesarkan partai ini, maka itu perlu kita memberikan tempat dan menjadi bagian dari kami semua.

“Kader-kader yang lama kita akan akomodir mereka, sebab mereka pasti masih mempunyai  massa pendukung yang perlu kita perhitungkan,” ungkapnya. (humas)




 
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Edoardus Kaize (baju kemeja merah) saat bertatap muka dengan Pengurus DPC PDI Perjuangan Mimika di Grand Tembaga Hotel. (husyena)


Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Edoardus Kaize (merah) di dampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE saat memberikan arahan kepada Pengurus DPC PDI Perjuangan Mimika di Grand Tembaga Hotel. (husyen)


Dari kiri : Franky Lokolllo Waket Bid Politik, Amandus narwadan,S.Sos, Hendro Nuryanto Waket Bid Organisasi dan Lusy Blandina Lokollo saat mengikuti tatap muka dengan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua, Edoardus kaize di Grand Tembaga Hotel Timika. (husyena)


Suasana tatap muka Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua , Edoardus Kaize dengan Pengurus DPC PDI Perjuangan Mimika di Grand Tembaga Hotel, Timika (husyena)



Tampak Bendahara DPC PDI Perjuangan Mimika Blandina Lokollo (paling kanan) saat menyampaikan saran dan masukkan kepada Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Edoardus Kaize dalam tatap muka di Grand Tembaga Hotel. (husyen)


Tampak Bendahara DPC PDI Perjuangan Mimika Blandina Lokollo (paling kanan) saat menyampaikan saran dan masukkan kepada Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Edoardus Kaize dalam tatap muka di Grand Tembaga Hotel. (husyen)


Frany Lokollo (paling kiri) dengan Amandus Narwadan Sekretaris DPC PDIP Mimika (tengah) dan hendro Nuryanto tampak serius mengikuti arahan dari Sekretaris DD PDIP Papua, Edoardus Kaize di Hotel Grand Tembaga. (husyen)


Sekretaris DPC PDI Perjuangan Mimika Amandus Narwada,S.Sos bersama Hendro Nuryanto saat mengikuti kegiatan tatap muka dengan Sekretaris DPD PDIP Papua, Edoardus kaize di Grand Tembaga Hotel. (husyen)


Bendahara DPC PDI Perjuangan Mimika , Lusy Blandina Lokollo. (husyen)

Ketua DPC PDIP Mimika Kunjungi Puskesmas Kokonao


Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE
Bersama Pengurus DPC PDIP 
Kunker ke Puskesmas Kokonao
Prihatin Belum Adanya Perabot  Puskesmas

Ketua Dewan Pimpinan Cabang ( DPC PDIP ) Kabupaten Mimika yang juga Anggota DPRD Mimika dari Komisi C Yohanis Felix Helyanan,SE bersama Sekretaris DPC Amandus Narwadan,S.Sos dan Wakl ketua Bidang Humas dan Pemerintahan Husyen Abdilah, melakukan  kunjungan kerja ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas ) Kokonao Distrik Mimika Barat, Sabtu 5/4. Dalam kunjungannya tersebut poltisi   PDI Perjuangan yang biasa di sapaJhon Thie menyempatkan diri melihat secara dekat seluruh bangunan,ruang- ruangan bahkan ke perumahan tenaga medis dan fasilitas lainnya yang ada di puskesmas tersebut.

Saatmeninjau Puskesmas tersebut di dampingi salah seorang Tenaga Medis Hasan Mochtar dan tokoh masyarakat Alex Dumatubun. Mendapat sejumlah masukan dan aspirasi dai sejumlah tenaga media dan warga terkait bangunan puskesmas yang cukup mewah namun minim fasilitas, diantaranya peralatan kantor,meja kursi , peralatan medis dan sejumlah perlatan medisa yang sudah tidak layak lagi gunakan utk pelayanan medis.

Hasan Mochtar salah satu tenaga medis Puskemsa Kokonao kepada Jhon Thie,meminta agar Dewan dapat mendesak atau mendorong pemerintah daerah agar secepatnya seluruh kebutuhan perlatan Puskesmas untuk diadakan. karena menurut hasan selama ini pelayanan mediis terkendala dengan saana dan perlengkapan perabot belum ada. Dikataknnya bahwa informasi yang diperoleh bahwa anggaran atau perlengkapan perabot puskesmas memang sudah dianggarkan namun katanya,sampai saatini belum ada dan gedunfg puskesmas hanya menafaatkan perlatan kantor dan sarana pendukung lainnya dari puskesmas lama.

Selain itu dijelaskan Hasan mengakui kalau  sejumlah peralatan medis sudah  banyak yang  tak tidak bisa dimanfaatkan  lagi ,karena selain rusak banyak peralatan pendukung medis lainnya juga kondisi peralatantersebut sudah merupakan peralatan lama.

"Minta kalau bisa peralatan dan perlengkapan serta sarana untuk pelayanan medis di puskesmas Kokonao untuk segera di adakan atau dipenuhi, demi maksimalnya pelayanan kesehatan di Kokonao," ungkpanya.
Salah satu tokoh masyarakat Alex  Dumatubun menyayangkan lambannya pemda atau dinasterkait untuk menyikapi kondisi Puskesmas Kokonao yang hingga saat ini seluruh perlatannya belum ada atau belum dilengkapi. Peralatan atau perabot yang dibutuhkan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut untuk segera terpenuhi, semua ini demi menunjang tugas-tugas dari para dokter dan medis di puskesmas tersebut.

"Kalau bisa seluruh peralatan pendukung puskesmas Kokonao untuk segera dipenuhi  agar para tenaga medis dalam melaksanakan pelayanan kepada warga dapat dilakukan secara baik," harapnya.

Warga lainnya Thius  Ekaweyau mengatakan, secara umum walaupun peralatan puskesmas yang belum  mendukung dan dengan keterbatasan apa adanya ,seluruh tenaga medis yang ada di Puskesmas Kokonao melaksanakan tugasnya secara baik. hal ini di tunjukkan dengan semangat serta kemauan para medis untuk melayani para pasien yang setiap hari datang berkunjung ke Puskesmas. 

Dikatakan Thius Puskesmas Kokonao selama ini tetap berusahan melayani warga dengan berbagai peralatan medis yang terbatas, dan secara rutin melakukan pengobatan atau melayani masyarakat di beberapa kampung yang ada di disatrik Mimika Barat, karena itu warga masyarakat khususnya warga di Kokonao memberikan apresiasi kepada para tenaga medis yang melaksanakan pelayanan medis secara baik. 

Sementara itu menanggapi aspirasi dan masukan dari tenaga medis dan warga Kokonao serta dari hasil kunjungannya ke Puskesmas Kokonao, Yohanis Felix Helyanan,SE ,  mengatakan apa yang menjadi keluhan serta masukan terkait Puskesmas Kokonao akan menjadi catatan masukan yang sangat penting untuk nanti disampaikan kepada Pimpinan Dewan untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini instansi teknis yaitu Dinas Kesehatan. 

Dikatakannya, setelah melihat kondisi bangunan Puskesmas Kokonao secara dekat,mengaku sangat prihatin karena, karena bangunan Puskesmas yang berdiri cukup megah namun tidak di dukung oleh peralabot dan peralatan medis yang memadai. 

“Awalnya melihat cukup senang karena bangunan puskesmas yang tergolon mewah dan luas bangunan yang sangat luas, namun peralatan atau pendukung peralatan medis puskesmas tersebut belum memadai,”keluhnya.

Dijelaskan hal ini semestinya segera diperhatikan dan disikapi secara cepat oleh instansi teknis , sebab percuma bangunan nya bagus sementara yang utama peralatan pendukung medis lainnya tida tersedia.
"Bangunan Puskesmas yang telah dibangun dengan cukup mahal namun tidak dimanfaatkan secara maksimal, karena peralatan pendukung lainnya belum ada," ungkapnya.

Oleh sebab itu pihaknya meminta agar Dinas terkait untuk segera merealisasikan atau menjawab apa yang menjadi kekurangan dan sarana pendukung lainny di Puskesmas Kokonao, sebab kata dia sangat mubasir bila bangunan semahal dan semegah Puskesmas Kokonao tidak diamfaatkan secara baik. 

“ Kalau perabotan dan peralatan pendukung untuk Puskesmas tersebut sudah di akomodir di dalam APBD yang sekarang utuk segera di cairkan atau direalisasikan secepatnya,” pinta Jhon.(tim)


Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE (baju biru) bersama Sekretaris DPC Amandus Narwadan,S.Sos (paling ujung kanan) sedang berjalan di tengah Kampung Kokonao menuju Puskesmas Kokonao. (husyen)



Yohanis Felix Helyanan,SE (Paling Kanan) foto bersama dengan Alvian salah satu etugas Medis dan Alex Dumatubun salah seorang tokoh masyarakat Kokonao berfoto bersama di Depan Puskesmas Kokonao. (husyen)

Yohanis Felix Helyanan,SE saat memasuki Puskesmas Kokonao dalam rangka kunjungangan kerja ke Distrik Mimika Barat. (husyen)


Sekretaris DPC PDIP Mimika Amandus Narwadan,S.Sos menyempatkan diri berfoto di papan nama Puskesmas Kokonao saat mendampingi Ketua DPC Yohanis Felix Helyanan,SE. (husyen)


Yohanis Felix Helyanan,SE (tengah) di dampingi Alvian petugas medis (Paling kanan) dan salah satu Tokoh Masyarakat yang juga merupakan Kader PDIP Alex Dumatubun saat meninjau Puksesmas Kokonao. (husyen)

Ketua DPC PDIP Mimika saat meninjau Puskesmas Kokonao. (husyen)


Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE tampak medpata penjelasan dari salah satu tokoh masyarakat Kokonao Alex Dumatubun saat meninjau Puskesmas Kokonao. (husyen)


Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE (tengah) di dampingi Sekretaris DPC Amandus Narwadan,S.Sos saat menemui sejumlah ibu-ibu pedagang lokal di salah satu pasar rakyat di kampung Kokonao. (husyen)


Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE (tengah) di dampingi Sekretaris DPC Amandus Narwadan,S.Sos saat menemui sejumlah ibu-ibu pedagang lokal di salah satu pasar rakyat di kampung Kokonao. (husyen)


Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE tampak santai di Speedboat dalam perjalanan menuju Kokonao. (husyen)


Ketua DPC PDIP Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE (kiri) dan Sekretaris DPC PDIP Mimika Amandus Narwadan,S.Sos saat perjalanan dengan Speed Boat menuju Kokonao. (husyen)


Sekretaris DPC PDIP Mimika Amandus Narwadan,S.Sos



9/11 - Fraksi Demokrasi Keadilan Tolak 3 Raperda Non APBD Mimika


Juru Bicara Fraksi Demokrasi Keadilan , Muslihuddin,S.PDi  (opa)   


Fraksi Demokrasi Keadilan DPRD Kabupaten Mimika yang beranggotakan Yohanis Felix Helyanan,SE (PDIP) sebagai Ketua Fraksi, Fandanita Silimang,SH (Partai Republikan), Muslihuddin,S.PDi, Wilhelmus Pigai,SH (Partai Penegak Demokrasi Indonesia)  dan Athanasius Allo Rafra,SH menolak tiga Raperda dari 12 Raperda Non APBD yang diajukan Pemerintah kabupaten Mimika pada siding penutupan paripurna IV masa Sidang I DPRD Mimika yang berlangsung Rabu 9/11, di ruang siding kantor DPRD Mimika.Papua.

Empat fraksi masing-masing Fraksi Golongan Karya, Fraksi Demokrat, Fraksi Buruh, Fraksi Pembaharuan menyatakan menyetujui 12 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non APBD yang diajukan pemerintah daerah. Sementara Fraksi Demokrasi Keadilan , karena hanya menyetujui Sembilan dan menolak tiga raperda Non APBD.

Dalam pandangan akhir fraksi-fraksi, empat fraksi menyatakan telah menerma 12 raperda Non APBD tersebut untuk ditetapkan sebagai Perda dengan masing-masing syarat dan catatan. Ke- 12 Perda yang disetujui antara lain,

1.Perda tentang Rencana Tata Ruang kabupaten Mimika tahun 2011 sampai tahun 2031.
2.Perda tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan.
3.Perda tentang pendirian perusahaan perseroan Induk milik Daerah yaitu PT Mimika Investama    (Holding Company).
4.Perda tentang penyertaan modal pemerintah kabupaten Mimika kepada Perusahaan Iduk Milik Daerah PT Mimika Investama .
5.Perda tentang penyelenggaraan  izin gangguan.
6.Perda tentang perubahan perubahan status kampung Inauga Kampung Kamoro jaya, Kampung Timika jaya, Kampung Wonosari Jaya, di Distrik Mimika Baru, dan kampung karang Senang menjadi Kelurahan dan Karang Senang menjadi Kelurahan karang Senang di distrik Kuala Kencana.
7.Perda Tentang Pembentukkan Kelurahan Sempan, Kelurahan pasar Sentral, Kelurahan Wanagon, Kelurahan Kebun Sirih, Kelurahan Otomona,, Kelurahan Eme Neme Yauware, Kelurahan Sektoral dan Kelurahan Timika Indah distrik Mimika Baru.
8.Perda tentang pembentukkan kampung pada distrik Kabupaten Mimika.
9.Perda tentang Distrik Hoeya, Distrik Iwaka, Distrik Wania, Distrik Amar dan distrik Alama.
10.Perda tentang pemindahan Ibukota Distrik Mimika Timur Jauh dari Kampung Ayuka ke kampung Fanamo dan ibukota Distrik Mimika Barat Tengah dari kampung Wakia ke kampung Kapiraya.
11.Perda tentang pembentukkan organisasi dan tata kerja Kelurahan di kabupaten Mimika.
12.Perda tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pedesanaa dan perkotaan.

Sementara tiga Perda masing-masing perda tentang pendirian perusahaan perseroan Induk milik Daerah yaitu PT Mimika Investama    (Holding Company),  perda tentang penyertaan modal pemerintah kabupaten Mimika kepada Perusahaan Iduk Milik Daerah PT Mimika Investama dan Perda tentang penyelenggaraan  izin gangguan, Fraksi Demokrasi Keadilan melalui Juru Bicaranya Muslihudin,S.PDi dengan tegas dalam pendapat akhir fraksinya menolaknya secara mentah-mentah. Menurut Fraksi Demokrasi Keadilan bahwa ketiga perda tersebut dengan dasar pertimbangan adalah muatannya harus mengutamakan muatan local.Tidak berisi tentang yang lainnya, sehingga dapat terlihat kesungguhan dari pemerintah daerah untuk bisa memajukan dan mensejahterakan seluruh lapisan masyarakt di kabupaten Mimika.

Selain itu Fraksi Demokrasi Keadilan juga menilai bahwa ketiga Perda tersebut, terdapat pasal-pasal yang kabur , sehingga membuka peluang terjadinya penyimpangan-penyimpangan dikemudian hari. Dan khusus untuk Perda gangguan menurut fraksi Demokrasi keadilan masih perlu pengkajian  dan diteliti ulangkarena dianggap belum mengakomodir seluruh yang dibutuhkan oleh seluruh komponen masyarakat. Sedangkan 4 raperda Fraksi demokrasi keadilan menerima seutuhnya, dan 5 raperda lainnya diterima namun dengan berbagai syarat dan catatan.

Dengan Demikian karena empat fraksi yang menerima semua Raperda, namun ada juga sejumlah Raperda menurut beberapa fraksi yang menyetujui namun memberikan catatan sementara hanya satu yang ada menolak tiga Raperda, maka diputuskan dalam siding paripurna dan menetapkan raperda tersebut untuk ditetapkan duabelas raperda tersebut diterima dan disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika yang ditandai dengan pengetukan palu oleh Ketua DPRD Mimika Trifena M Tinal,Bsc.

Setelah 12 Raperda ditanda tangani Ketua DPRD Mimika dan Wakil Ketua II, Karel Gwijangge, selanjutnya diserahkan kepada Bupati Mimika, Klemen Tinal,SE,MM oleh Ketua DPRD.




Ketua DPRD Mimika Trifena M Tinal,B.Sc saat menyerahkan 12 Perda yang ditetapkan kepada Bupati Mimika Klemen Tinal,SE,MM   (opa)      







                                                                         Ketua DPRD Mimika Trifena M Tinal dalam sambutannya pada Sidang Parip[urna IV Masa Sidang I , menegaskan agar Perda yang sudah disahkan agar Pemerintah dapat dapat melaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat  kabupaten Mimika.

“ Berharap 12 Perda yang dihasilkan dapa disosialisasikan kepada masyarakat termasuk Perda-Perda yang telah ditetapkan sebelumnnya. Sebab perda yang merupakan dokumen public bila tidak disosialisasikan secara baik dan secara kontinyu justru akan menimbulkan polemik di tengah  masyarakat,” tegasnya.

Trifena  mengatakan Perda ini perlu diketahui secara luas sehingga dapat menggugah masyarakat dan tercipta budaya yang sadar hukum. Dijelaskan pula , bahwa peraturan daerah sebagai dasar utama dan paying hukum untuk melakukan kegiatan pengawasan public daerah dengan memberikan batasan-batasan umum tentang apa yang harus diawasi sehingga pengawasan yang dilakukan dapat sesuai dengan norma.

“Fungsi pengawasan DPRD dilaksanakan secara formal maupun informal melalui mekanisme dan jalur resmi yang disediakan oleh faktural penanggulangan yang berlaku, seperti pada pasal 304 UU nomor 7 tahun 2009 dan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah”, jelasnya.

Lebih lanjut, Kata Trifena, 12 Perda tersebut telah mempunyai posisi yang sangat strategis dalam rangka membangun dan mengembangkan daerah Mimika kedepan. Pemekaran kampung dan distrik memiliki tujuan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat menuju masa depan yang lebih baik dan memenuhi tuntutan masyarakat.

Sementara Bupati Mimika Klemen Tinal,SE,MM dalam pidato pengantar penutupan paripurna mengatakan, bahwa terhadap Perda Pendirian PT Mimika Investama serta penyertaan modal yang menajdi sorotan di kalangan fraksi  selama pembahasan berjalan, mengatakan bahw a pendirian perusahaan tersebut tidaklah untuk bersaing dengan pengusaha local, melainkan penyemangatan bagi masyarakat mengingat manfaatnya yakni meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Bupati, sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Mimika sebagai pusat jasa dan industry sudah selayaknya pemda Mimika memiliki perusahaan sebab selama ini ekonomi di Mimika dikuasai oleh seelintir orang, akhirnya kapasitas masyaraka terbatas. Sehingga perlu ada upaya untuk menetralisir harga melalui perusahaan daerah yang kita miliki nanti. Ditambahkan , perusahaan ini tidak akan membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ,melainkan justru memberikan income (pendapatan) bagi masyarakat.(husyena)


Ketua Fraksi Demokrasi Keadilan Yohanis Felix Helyanan,SE

 



17/10 - Demo Karyawan Freeport Rusuh

Sebuah Truck milik PT freeport Indonesia di bakar massa yang ngamuk karena salah satu temannya tewas tertembak


Satu Karyawan Tewas

Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia kembali menggelar demonstrasi di sekitar Terminal bus gorong-gorong Timika-Papua, Senin, 10 Oktober 2011.  Tuntutan mereka masih sama dengan aksi digelar mulai 4 Juli dan 15 September 2011 lalu yaitu kenaikan upah. Mereka juga ingin bertemu pihak manajemen, mengajukan perpanjangan unjuk rasa.

Pada aksi pagi hari itu, turut bergabung juga ratusan demonstran yang berasal dari tujuh suku di sekitar areal pertambangan perusahaan Amerika Serikat itu.  Mereka menuntut bertemu CEO Freeport, memperjuangkan apa yang mereka sebut hak ulayat, hak warga asli Papua atas tanah itu.
Massa melakukan long march ke Terminal Gorong-gorong. Namun, niat mereka memasuki terminal keberangkatan bus PT Freeport dihalangi aparat. Massa yang tak menyerah mendesak masuk.
Pada pukul 10.00 WIT bentrok pecah di depan terminal. Aparat keamanan menghalau barisan dengan mengeluarkan tembakan peringatan ke arah demonstran. Namun, peluru aparat justru melukai sejumlah orang. Satu di antaranya tewas.
Versi karyawan, tembakan aparat keamanan menjadi pemicu rusuh. Demonstran yang marah pun membalas membakar tiga kontainer milik PT Freeport.
Salah seorang pengurus SPSI PT Freeport pimpinan Sudiro, yang tak mau disebutkan namanya  menjelaskan, rusuh bermula ketika ribuan karyawan yang sejak 15 September lalu menggelar aksi mogok kerja, hendak naik menuju areal tambang di Tembagapura melalui terminal Gorong-gorong. Namun, pihak manajemen Freeport dibantu aparat kepolisian menghadang.

"Karyawan yang hendak naik ini, adalah pemilik ulayat areal tambang. Tujuan naik untuk menutup Freeport karena hingga saat ini manajemen tidak mau berunding. Lantas, saat menuju terminal bus Freeport, mereka dihadang dan kemudian ditembaki aparat," ujarnya.

Empat karyawan tertembak, dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, setengah jam kemudian nyawa salah satu karyawan bernama Piter Ayami Seba tidak tertolong. "Ia tewas akibat tembakan di bagian dada," ujarnya.
Sementara, juru Bicara SPSI Freeport pimpinan Sudiro, Juli Parongrongan mengaku tak tahu motif penembakan oleh aparat keamanan ke arah rekan-rekannya. "Kami tidak memprovokasi, tapi tiba-tiba manajemen mengerahkan polisi yang mengeluarkan tembakan, dan sejumlah rekan kami kemudiantersungkur,"katanya.

Jenazah Petrus Ayamiseba , karyawan bagian catering Freeport yang tewas itu diarak sepanjang 3 kilometer menuju kantor DPRD Mimika. “Sebagai bukti arogansi Freeport,’’ ujarnya.
Amuk demonstran
Juru Bicara Polda Papua, Kombes Wachyono mengatakan, bentrok terjadi dipicu ulah pendemo yang mengamuk dan membakar tiga mobil milik Freeport yang diparkir di lokasi karena satu rekan mereka tewas diterjang peluru "Selain membakar kendaraan, para pendemo juga melempari polisi yang saat itu melakukan tugas pengamanan. Akibatnya, tujuh anggota polisi terkena lemparan batu," ungkapnya.
Karena massa sudah tak terkendali, polisi kemudian mengeluarkan tembakan peringatan, tapi juga tak diindahkan, sehingga mengeluarkan tembakan melumpuhkan. "Ada dua dari pendemo yang terkena tembakan," ucapnya.
Sementara pihak managemen PT Freeport Indonesia Armando Mahler dalam kegiatan Teleconfrence menyayangkan peristiwa yang berkahir bentrok. Dengan kejadian tersebut tewasnya salah satu karyawan mereka , pihak Managemen PT FI turut berduka cita atas meninggalnya Petrus Ayamiseba dan bagi yang ditinggal keluarga semoga diberi ketabahan.
Satu polisi kritis, wartawan dianiaya
Kerusuhan yang terjadi di terminal Bus gorong-gorong selain menewaskan salah satu Petrus Ayamiseba juga melukai tujuh aparat Kepolisian dan salah satunya Briptu Jamil dalam keadaan kritis dan saat ini masih di rawat di Rumah Sakit Mitra masyarakat. Selain  tewas, setelah dikeroyok para karyawan Freeport yang melakukan aksi demo di Gorong-gorong Timika Papua.
‘’Saya sudah memarahi anggota di lapangan yang memberikan informasi, Briptu Jamil tewas akibat dikeroyok. Ternyata info itu salah. Dia masih hidup namun kondisinya kritis akibat lukanya cukup parah. Saat ini masih dirawat di rumah Sakit Timika,’’ ujar Wachyono melalui telepon selulernya, Selasa 11 Oktober.
Pada Senin petang kemarin, Wachyono mengatakan Briptu Jamil dikeroyok saat mengamankan jalannya aksi demo ribuan karyawan Freeport, yang sudah menggelar aksi mogok kerja sejak 15 September lalu. ‘’Ia tiba-tiba dikeroyok, lalu dibuang ke sungai di sekitar lokasi tepat dibawah tjembatan terminal Freeport, dan baru ditemukan beberapa saaat kemudian,’’ ujarnya.
Saat ini, perawatan secara intesif masih dilakukan terhadap Briptu Jamil. ‘’Saya minta maaf, telah memberikan informasi yang salah,’’ dia menambahkan. Briptu Jamil, adalah anggota Resmob Satuan Por 2 Den D Brimob Mabes Polri.
Para wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik juga ikut mengalami kekerasan. Dua jurnalis, dari Cahaya Papua, Duma Tato Sanda dan wartawan Radar Timika, Syahrul babak belur dianiaya para pekerja yang demo. Kamera, telepon genggam, juga sepeda motor mereka dirampas.
 “Mereka tiba-tiba memukul saya, juga menarik paksa kamera, kemudian motor dirampas,” kata Duma.
Pemukulan terjadi ketika mereka meliput pembakaran tiga buah truk milik Freeport. Pekerja mengamuk setelah tersiar kabar seorang rekannya meninggal tertembak saat unjuk rasa berlangsung. “Saya sudah bilang saya wartawan, tapi mereka terus memukul, saya lari tapi masih dilempari dengan batu, untung ada orang yang datang menyelamatkan pakai motor, kalau tidak saya bisa mati karena dipukul banyak orang,” kata dia.
Duma yang dipukul nyaris pingsan. Ia menyesal berada dalam situasi buruk tersebut. “Dalam pelarian itu saya dibuntuti sekitar sepuluh orang. Sandal yang saya pakai terlepas. Beberapa dari mereka melempar saya dengan batu,” ujarnya.
Duma mendapat luka disekujur tubuh. Ia mengenali ciri-ciri pelaku yang memukulnya, bertubuh besar dan berambut ikal. “Saat visum, ditemukan memar dan pembengkakan di tulang pipi, luka di bibir atas, lidah terluka, pembengkakan dan memar di punggung kanan, pinggang kiri dan dada kanan. Ditemukan juga luka di tiga jari kaki kanan,” dia menguraikan.
Ia berharap pelaku diproses hukum, dan barangnya dikembalikan. “Saya tak terima pemukulan ini, mereka karyawan harus dihukum, saya sudah laporkan ini ke polisi.”
Dimintai tanggapan, juru bicara serikat pekerja, Julius Parorongan menandaskan akan memanggil karyawan yang berbuat ulah. “Saya akan cek, ini memang keterlaluan. Saya tak sangka pekerja bisa se-anarkis ini. Usai ada yang ditembak tadi, karyawan memang mulai susah diatur,” ujarnya
Para pekerja memblokir jalan, membakar dua truk kontainer yang menuju lokasi penambangan dan menghalangi para pekerja pengganti yang dipakai PT. Freeport untuk menggantikan pekerja yang mogok. Mereka marah setelah pihak perusahaan membawa pekerja baru dan memindahkan mereka ke barak pekerja yang sedang mogok. Polisi yang mencoba menghalangi para demonstran menjadi sasaran kemarahan massa yang lantas melempari polisi dengan batu. Polisi lantas membalas dengan melepaskan tembakan. Selain seorang pekerja, satu anggota polisi juga tewas dalam peristiwa itu.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua,  Kombes (Pol) Wachyono menyebut sebelas orang dalam keadaan kritis, enam diantaranya adalah anggota kepolisian Papua. Polisi mengklaim terpaksa melepaskan tembakan karena unjuk rasa itu berubah menjadi aksi anarkis. Asap hitam mengepul ke udara, memaksa sejumlah penerbangan di bandar udara terdekat menunda jadwal penerbangan.
Sejak 15 September lalu, para pekerja telah menggelar aksi mogok menuntut kenaikan gaji dari gaji mereka sekarang yang berkisar Rp 17 ribu hingga Rp 30 ribu per jam menjadi sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 360 per jam. Sekitar 90 persen dari total 12 ribu karyaran Freeport ikut ambil bagian dalam aksi mogok.
Tambang PT. Freeport yang terletak di Grasberg, Papua adalah salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia. Tapi perusahaan tambang ini sering diprotes para pekerjanya karena hanya membayar sepersepuluh dari yang mereka bayarkan kepada pekerja tambang mereka di negara lain.
PT. Freeport beberapa tahun terakhir menjadi sorotan setelah terungkap bahwa mereka membayar jutaan dollar kepada polisi dan militer untuk untuk mengamankan tambang. Tak hanya itu, perusahaan asal Amerika ini juga sering menjadi sasaran demonstrasi karena dianggap hanya memberikan keuntungan yang kecil bagi Indonesia. Belum lagi soal pencemaran yang menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitar areal tambang.
Perusahaan induk Freeport yang berbasis di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan yang isinya menyalahkan para pekerja yang melakukan mogok dan memblokade jalan, serta mengintimidasi pekerja pengganti dan keluarganya. Freeport mengaku masih bekerjasama dengan polisi untuk mengakhiri aksi intimidasi tersebut. Perusahaan tambang itu juga meminta mereka yang melakukan intimidasi ini agar diproses secara hukum.(husyen)









Karyawan tetap memblokir mile 28 karena rekannya Leo Wandegau juga akhirnya tewas setelah di rawat di rumah sakit daerah

Jenasah Leo Wandegau saat disemayamkan di rumah duka Kwamki Lama

Senin, 10-10 Demo Karyawan Freeport berakhir ricuh

Tampak aparat bentrok dengan karyawan di terminal bus gorong-gorong timika-Papua


 
Satu Karyawan Tewas di Tembak Aparat

Bentrokan terjadi saat sekitar ribuan karyawan yang mengelar aksi mogok lakukan aksi mogok damai diterminal keberangkatan karyawan di Terminal Gorong-Gorong ,pagi tadi pukul 10.15 waktu setempat Timika-Papua. Akibat bentrokan ini 7 karyawan menjadi korban kena tembak, 1 diantaranya meninggal setelah diterjang besi panas milik aparat keamanan yang menghalau karyawan, atas nama Petrus Ayemseba ,massa karyawan yang mengetahui teman mereka tewas tertembak, ribuan karyawan sdecara spontanitas langsung lakukan pembakaran terhadap 3 truck kontainer milik PT  Freeport Indonesia.

Akibat bentrokan ini 7 karyawan menjadi korban aparat yang melakukan penembakan terhadap ribuan massa karyawan pt freport yang lakukan aksi demo damai diterminal gorong-gorong. Bentrok pecah saat aparat lakukan penghadangan terhadap karyawan yang hendak masuk keterminal keberangkatan karyawan  . dari 7 korban yang kena peluru aparat 1 diantaranya tewas, atas nama Petrus Ayemseba umur 36 tahun karyawan pangan sari,  yang bergerak dibidang penyedianaan makanan bagi karyawan PT Freeport Indonesia .

Luapan emosi karyawan memuncak saat mengetahui teman mereka tewas ditembak aparat kepolisian, dan langsung massa bringas dan  merangsek masuk kedalam terminal gorong-gorong.  Bentrok tak terhindari, aparat keamanan yang hanya sekitar 300 harus menahan enam ribu massa dengan lemparan batu, karena merasa tertekan aparat mengeluarkan tembakan menuju kerumunan massa, dan empat karyawan tertembak, salah satunya tewas bernama Petrus Ayamseba.

Mass selanjutnya memasuki area Freeport di mile 28 dan menghadang sejumlah kendaraan dan membakarnya. Sejauh ini 4 truck containerr rusak dibakar massa. Selain itu tiga wartawan dari media Jubi Online atas nama Wilem Boby, Sahrul dari Radar Timika dan Duma T sanda dari Cahaya Papua menjadi korban penganiayaan sejumlah warga. Tiga wartawan tersebut babak belur dihajar, bahkan sepeda motor, HP , Leptop dan uang dirampas. Aksi massa berlanjut dengan mengeroyok salah satu anggota Resmob dari Pelopor Kelapa II Jakarta atas nama Briptu Jamil dan senajtanya juga turut dirampas.

Sejak pukul 4 sore ribuan massa karyawan mengarak jenasah Petrus Ayamseba dari RSUD Mimika menuju ke kantor DPRD Mimika. Jenasah di arak ke kantor DPRD tanpa kaawalan aparat keamanan. Hingga malam ini ribuan karyawan dengan jenasah korban yang tertembak di semayamkan di halaman kantor DPRD Mimika. Ribuan karyawan mendirikan tenda-tenda di halaman kantor DPRD , dan rencananya jenasah terus di semayamI dan aparat keamann bertanggungjawab.

Hingga saat ini situasi di Kota Timika masih mencekam, dari sumber juga menyebutkan drop pasukan bantuan dari Detasemen Brimob Papua sudah didatangkan dengan menggunakan hercules ke Timika untuk membantu aparat. Saat ini juga karyawan memblokir terminal gorong-gorong lokasi bentrok awal. Sejauh ini pihak manajemen belum ada yang memberikan keterangan. (husyen abdillah)

Ribuan karyawan saat longmarch dari Sekretariat SPSI di Jalan Budi Utomo ke terminal Gorong-gorong



Truck duoble treler milik PT Freeport Indonesia dibakar massa di mile 28 

Ribuan karyawan saat hendak menuju ke terminal gorong-gorong